Apakah Cara Menggunakan Firebase Sulit?

Banyak orang merasa cara menggunakan Firebase sulit untuk dipelajari. Tapi tidak sedikit orang merekomendasikannya untuk aplikasi Android dengan ukuran kecil menengah. Orang merasa penggunaan Firebase sulit karena konsep database yang non tradisional.

Database yang menggunakan sistem Firebase berada dalam satu tempat dengan storage. Karena hal ini, data yang digunakan mudah dimodifikasi dan digunakan tanpa butuh koneksi ke server inti. Penggunaan seperti ini membuat aplikasi lebih responsif dan praktis digunakan.

Tapi di sisi lain, manfaat yang didapat hanya bisa dinikmati jika Anda menggunakan module back-end ini. Karena bentuknya yang non standard, Anda tidak bisa gunakan rangkaian logic standar dalam coding.

Mengenal Apa itu Firebase? 

Firebase adalah suatu layanan dari raksasa internet terbesar Google yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bahkan mempermudah para developer aplikasi dalam mengembangkan aplikasinya. Firebase alias BaaS (Backend as a Service) merupakan solusi yang ditawarkan oleh Google untuk mempercepat pekerjaan para developer.

Dengan menggunakan Firebase, para apps developer bisa fokus dalam mengembangkan aplikasi tanpa memberikan effort yang besar untuk urusan backend service.

Singkat cerita mengenai sejarah dari Firebase didirikan pertama kali pada tahun 2011 oleh 2 orang yang bernama Andrew Lee dan James Tamplin. Produk Firebase yang pertama kali ditawarkan adalah Realtime Database.

Realtime Database digunakan developer untuk menyimpan data dan synchronize ke banyak user secara realtime. Kemudian ia berkembang sebagai layanan pengembang aplikasi terpercaya. Pada bulan pertengahan Oktober 2014, perusahaan yang dibesut oleh Andrew Lee dan James Tamplin berhasil diakuisisi oleh Google.

Mengenai segi layanan, dulunya Firebase memberikan service trial (percobaan), namun saat ini kamu bisa memanfaatkan dan menggunakan layanan Firebase secara free (gratis). Tentu saja dengan adanya batasan-batasan tertentu yang telah diberikan oleh Google.

Layanan-layanan yang tersedia dari Firebase ada 2 pilihan, di antaranya:

  • SPARK : kita bisa menggunakan layanan secara gratis dan mendapatkan batasan pemakaian.
  • BLAZE : kita akan dikenakan biaya sesuai dengan pemakaian layanan dan membuka fitur premium.

Untuk memulai cara menggunakan Firebase silahkan Anda langsung mengunjungi website resmi Firebase.

Apakah Menggunakan Firebase Worth It?

cara menggunakan Firebase

Untuk cara menggunakan Firebase, Anda harus mengerti bahwa logic yang digunakan sedikit berbeda. Hal ini berupa hal berikut:

  • Tidak bisa menggunakan logic OR. Untuk solusi, Anda bisa membuat queries yang berbeda untuk setiap kondisi. Setelah jadi terpisah, Anda baru menyatukannya secara local.
  • Tidak ada clausa berbeda (contoh saja ‘!=’). Karena tidak ada fungsi sorting seperti lebih besar, lebih kecil atau sama dengan Anda terpaksa buat queries yang berbeda. Jika sudah dipisahkan kelompok paling besar dan paling kecil, barulah Anda bisa padukan secara local.
  • Firebase juga tidak bisa menjalankan queries yang melibatkan multiple collection dan subcollection. Sebagai solusi, Anda diharapkan membuat single queries untuk setiap koleksi yang berbeda. Jika sudah, barulah di merge dengan point sebelumnya.

Karena perbedaan dalam melakukan proses ini, Anda mungkin sedikit bingung. Tapi untuk praktiknya, Firebase cukup simple. Memang, queries yang dibutuhkan jadi lebih banyak. Tapi perubahan juga lebih mudah dilakukan. Anda cukup edit queries yang berhubungan tanpa mengubah logic back-end aplikasi. 

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Firebase

Saat menggunakan Firebase, Anda harus pastikan prosesnya. Apakah Anda akan buat dari awal, atau hanya import back-end app ke Firebase. Proses kedua hal ini sangat berbeda dan perlu perlakuan yang lebih rumit di salah satunya.

Untuk proses buat dari awal, database bisa di mapping dari awal. Tapi untuk import database, hasilnya bisa berbeda. Anda harus lakukan banyak re-mapping untuk proses back-end. Hal ini tidak bisa dilakukan otomatis dan harus manual.

Karena prosesnya manual, banyak orang sering melakukan kesalahan saat aplikasi memiliki database yang banyak. Salah memasukkan mapping untuk .collection() dan .doc() bisa berakibat fatal. Bagi yang menggunakan Firebase, lebih baik buat dengan tool ini dari awal.

Sekian bahasan tentang kemudahan penggunaan Firebase. Jika ingin belajar cara menggunakan Firebase, Anda bisa cek banyak tutorial yang sudah tersedia. Memanga awalnya tampak sulit, tapi jika sudah terbiasa, menggunakan Firebase sebenarnya simple.

Sekarang ini sudah banyak akses untuk belajar membuat aplikasi sendiri. Hal seperti tutorial Android Studio sampai dengan cara desain tampilan app bisa diakses dengan mudah di internet. Jadi Anda tidak perlu bingung jika ingin coba buat aplikasi secara otodidak.

Firebase juga biasa dikombinasikan dengan aplikasi yang di build dengan Android Studio.

Kesimpulan

Untuk cara menggunakan firebase sebenarnya tidak begitu sulit bahkan di internet banyak sekali tutorial yang mengajarkan kita cara menggunakan Firebase dari pemula hingga mahir.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Mudah – mudahan bahasannya bisa membantu Anda mengerti lebih baik seputar Firebase.

Tinggalkan komentar