Cara Dual Boot Windows dan Ubuntu di SSD dan HDD dengan Mudah

Bagi Anda yang ingin melakukan dual boot Windows dan Ubuntu itu tidaklah rumit karena kita bisa melakukannya dengan sangat mudah. Tapi apakah kalian sudah tahu cara dual boot Windows dan Ubuntu di penyimpanan yang berbeda seperti Windows ada di SSD dan Ubuntu di HDD.

Oke kali ini Saya akan memberikan tutorial cara melakukan dual boot Windows dan Ubuntu di SSD dan HDD yang terpisah.

Sekenario kali ini kita akan menggunakan sebuah laptop atau komputer yang memiliki SSD sebesar 120 GB dan HDD sebesar 1 TB. Karena SSD disini kecepatan yang lebih kencang maka dari itu kita akan menggunakan SSD sebagai penyimpanan utama dari Windows.

Jadi kita akan menggunakan SSD dan HDD untuk menginstall Ubuntu, kenapa Saya menggunakan kedua penyimpanan tersebut? karena menurut saya agar Ubuntu booting lebih cepat menggunakan SSD maka dari itu saya akan menginstall /root di SSD dan untuk /home di HDD.

Ada tiga opsi untuk menginstall dual boot Windows dan Ubuntu tapi kali ini saya menggunakan opsi yang ketiga:

  1. Install Ubuntu sepenuhnya di SSD: Anda akan mendapatkan keuntungan penuh dari kecepatan SSD seperti booting yang cepat dan menggunakan task lebih cepat dan masih banyak lagi, tetapi Anda tidak akan memiliki ruang penyimpanan banyak lagi di SSD Anda. Jika Anda ingin melakukan ini mungkin Anda bisa menggunakan SSD yang memiliki penyimpanan diatas 250 GB agar sisa penyimpanan masi lega untuk menginstall aplikasi-aplikasi Windows maupun Ubuntu.
  2. Install Ubuntu sepenuhnya di HDD: Karena HDD yang kita gunakana sebesar 1 TB maka pasti masih banyak ruang penyimpanan yang tersisa setelah kita menginstall Ubuntu di HDD. Tetapi kelemahannya adalah Anda tidak akan mendapatkan keuntungan yang sama seperti opsi pertama.
  3. Install Ubuntu di SSD dan HDD: Kita akan meletakan root di SDD dan untuk direktori home kita letakkan pada HDD. Dengan pilihan ini kita akan mendapatkan keuntungan opsi pertama serta kita masi memiliki ruang penyimpanan yang besar pada SSD dan HDD.

Sebenarnya masi ada pilihan keempat tapi kali ini saya hanya memberikan sampai tiga pilihan karena saya akan menggunakan pilihan yang ketiga. Karena pilihan keempat sangat rumit jadi saya tidak akan menjabarkan dengan jelas.

Dual Boot Windows dan Ubuntu dengan SDD dan HDD

Dual Boot Windows dan Ubuntu

Oke kita mulai saja, tapi kita harus mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu seperti:

  1. Laptop atau Komputer yang telah terinstall Windows 7, 8, 10, ataupun Windows 11 terbaru.
  2. Flaskdisk berukuran minimal 8 GB dalam kondisi telah kosong.
  3. Koneksi internet yang memadai untuk mengunduh file ISO Ubuntu terbaru.

Jika semuanya sudah mari kita mulai ke langkah pertama.

Langkah 1: Buat Partisi Untuk Install Ubuntu

Buka pencarian Windows, cari kata kunci “disk” nanti akan muncul “Create and format hard disk partitions”

Disk Management

Anda akan melihat SSD dan HDD di sini. Anda harus membagi partisi SSD dan HDD satu per satu dan membuat beberapa ruang kosong yang nantinya akan digunakan untuk menginstal Ubuntu.

Klik kanan pada SSD dan pilih opsi Shrink Volume.

Shrink Volume SSD

SSD 120 GB ini kita akan bagi partisinya sebagian untuk installasi Ubuntu dan menyisakan sisanya untuk Windows agar tetap berjalan normal. Maka dari itu kita hanya akan mengambil 30 GB dari SSD untuk partisi root Ubuntu dan 90 GB biarkan saja untuk Windows. Atau Anda juga bisa membagi antara 20 GB hingga 40 GB untuk root Ubuntu.

Shrink Volume HDD

Setelah shrink volume SSD maka kita akan melakukan shrink volume HDD sebesar 250 GB atau Anda bisa menentukan dengan sendiri berapa yang Anda ingin bagi dari HDD menjadi direktori home dari Ubuntu.

Pembagian Partisi Berhasil

Dari gambar diatas kita bisa lihat bahwa shrink volume sudah berhasil dengan detail 29.3 GB ruang bebas di SSD dan 195.3 GB ruang bebas di HDD.

Langkah 2: Mengunduh ISO Ubuntu

Unduh ISO Ubuntu

Buka situs web Ubuntu dan unduh file ISO Image atau Anda bisa klik link download dibawah ini untuk pergi ke situs Ubuntu.

Langkah 3: Buat Bootable Ubuntu di Flashdisk

Anda harus membuat bootable Ubuntu pada flashdisk. Yang Anda harus lakukan adalah mendowload Rufus, kenapa harus Rufus? karena Rufus lebih mudah dipahami dan sangat mudah digunakan.

Setelah berhasil mengunduh Rufus silahkan colokkan Flashdisk Anda ke Port USB. Pastikan tidak ada data penting di Flashdisk Anda karena flashdisk akan di format total.

Jalankan Rufus. Secara otomatis Rufus akan mengidentifikasi flashdisk Anda yang terpasang, jika tidak muncul maka Anda harus mencolok ulang flashdisk Anda.

Rufus

Kita lihat digambar ini tampilan Rufus dan ikuti langkah berukutnya:

  1. Device: Jika flashdisk Anda terdeteksi maka akan muncul seperti anak panah no 1.
  2. SELECT: Lanjut cari file ISO dengan menekan SELECT, cari file ISO Ubuntu yang telah Anda unduh.
  3. Partition Schema: Pilih sesuai Bios Anda, sudah support GPT atau masi MBR, jika sudah bisa GPT gunakan GPT jika masih belum silahkan gunakan MBR.
  4. Target System: Pilih Sesuai settingan GPT atau MBR.
  5. START: Klik START untuk mengekstrak file ISO ke flashdisk, tunggu hingga selesai.

Langkah 4: Booting Menggunakan Flashdisk

Silahkan lakukan booting menggunakan flaskdisk dengan cara restart komputer lalu tekan tombol F2/F10/F12 sesuai pengaturan Bios Anda support tombol yang mana untuk booting.

Setelah itu akan muncul Flashdisk yang berisikan ISO Ubuntu, silahkan pilih flashdisk tersebut lalu klik maka akan muncul pilihan “try ubuntu without installing” dan “Install Ubuntu” silahkan Anda pilih yang “Install Ubuntu”.

Langkah 5: Install Ubuntu

Setalah berhasil boot via flaskdisk maka kita kan mulai proses intalasi. Anda bisa melihat gambar dibawah.

Silahkan Pilih bahasa yang ingin Anda gunakan, lalu klik continue

Pilih layout keyboard yang Anda gunakan, biasanya kita menggunakan English (US) lalu klik continue.

Di bagian update and other software Anda harus memilih pilihan.

  1. Opsi pertama: Pilih normal installation
  2. Opsi keduan: Anda bisa memilih download update jika anda menggunakan koneksi internet via kabel LAN, jika tidak biarkan saja kosong.
  3. Opsi ketiga: klik continue untuk melanjutkan ketahap selanjutnya.

Installation type silahkan pilih yang paling bawah “Something else” setelah itu lanjut dengan mengklik continue.

Anda akan melihat ruang kosong yang telah Anda buat sebelum via disk management. Pilih free space 30 GB yang dibuat di SDD lalu klik tanda + seperti yang terlihat pada gambar.

Setelah klik + maka akan muncul popup seperti gambar diatas.

  1. Size: Biarkan seperti itu.
  2. Type fo the new partition: Pilih Primary.
  3. Location for the new pastition: Pilih Beginning of this space.
  4. Use as: Pilih Ext4 journaling file system
  5. Mount point: Pilih tanda slash (/) yang mengarti root ubuntu.
  6. Klik OK

Setelah itu pilih free space HDD yang berukuran 200GB lalu klik +

Lakukan hal yang sama lalu tapi di bagian mount point pilih /home ingat jangan sampai salah, karena kita akan menaruh seluruh file home Ubuntu di HDD.

Lihat pada gambar diatas apakah partisi /root dan /home sudah benar jika sudha benar silahkan dibagian “device for boot loader installation” pilih /dev/sda5 lalu klik Install Now.

Dibagian Where Are You? Pilih timezone sesuai negara Anda lalu klik Continue.

Dibagian Who Are You? Silahkan isikan nama Anda, nama komputer, username, dan password lalu klik Continue.

Tunggu proses installasi selesai, biasanya hanya memakan waktu 3-8 menit jika menggunakan SSD.

Berhasil horeee. Silahkan lakukan restart dengan mengklik tombol Restart Now.

Setelah itu Anda bisa memilih pada awal booting mau pilih Windows atau Ubuntu.

Penutup

Tutorialnya mudah bukan. Semoga bermanfaat buat Anda yang sedang mencari cara dual booting Windows dan Ubuntu di SSD dan HDD. Baca Juga Cara Install Memu Play.

Tinggalkan komentar