Tutorial Android Studio: 4 Fitur-Fitur Utama, Manfaat, dan Cara Install

Sebelum memulai tutorial Android Studio, mari kita mulai mengenal dulu apa itu Android Studio? Android Studio dapat didefinisikan sebagai lingkungan pengembangan yang terintegrasi (Integrated Developmental Environment/ IDE) yang diciptakan sebagai alat pengembangan aplikasi Android secara resmi.

Perangkat lunak ini dibuat dengan lingkungan pengembangan IntelliJ IDEA yang terintegrasi Java untuk perangkat lunak. Cara kerjanya adalah dengan menggabungkan alat-alat pengeditan kode serta langkah-langkah pengembangnya.

Android Studio menggunakan sistem build dengan basis Gradle untuk mendukung pengembangan aplikasi. Android Studio juga memiliki beberapa tool lainnya seperti emulator, template-template kode, dan integrasi dengan Github, pastikan untuk mempelajari cara menggunakan github terlebih dahulu.

Di Android Studio, setiap proyek akan memiliki satu atau beberapa modalitas dengan sumber daya kode dan file. Modalitas ini meliputi modul aplikasi Android, modul Library, dan modul Google App Engine.

Android Studio juga menggunakan fitur Instant Push untuk mendorong perubahan kode dan sumber daya ke aplikasi yang sedang berjalan. Editor atau pengubah kode digunakan untuk membantu pengembang dengan menulis kode dan menawarkan penyelesaian kode, refraksi, dan analisis. Setelah itu, aplikasi bawaan Android Studio dikompilasi ke dalam format APK untuk dikirimkan ke Google Play Store.

Mengenal Android Studio

Tutorial Android Studio

Perangkat lunak ini pertama kali diumumkan di Google I/ O pada Mei 2013. Sementara itu versi lengkap yang pertama dirilis pada Desember 2014. Android Studio tersedia untuk platform desktop Mac, Windows, dan Linux.

Dapat dikatakan perangkat ini hadir untuk menggantikan Eclipse Android Development Tools (ADT) sebagai IDE utama untuk pengembangan aplikasi Android. Tentunya, para pengembang teelebih dahulu harus belajar cara membuat aplikasi Android juga. Saat ini, Android Studio dan Software Development Kit dapat diunduh langsung dari Google.

BACA JUGA:  2 Cara Mudah Install Bootstrap, Install Offline dan Online

Beberapa Fitur Unggulan dari Android Studio

Untuk memulai tutorial Android Studio kita harus beberapa fitur unggulan dari Android Studio, Android Studio telah menjadi IDE pilihan bagi para pengembang Android bahkan sejak dirilis pertama kali beberapa tahun yang lalu. Setelah melalui beberapa tahap pemgembangan, Android Studio versi 3.2 barhasil dirilis pada akhir April lalu.

Versi terakhir ini memiliki beberapa perubahan yang yang tidak terlalu signifikan tapi tetap terasa menarik. Tentunya, tidak ada salahnya untuk mempelajari rangkaian pemrograman lain misalnya cara menggunakan bootstarp untuk hasil yang lebih maksimal.

Sementara itu, terdapat pula beberapa fitur unggulan yang terdapat baik pada Android Studio versi lama maupun versi baru. Tentunya, untuk versi terbaru, ada upgrade yang dilakukan untuk meningkatkan performanya. Berikut diantaranya.

Yang pertama, ada Android Studio Jetpack. Fitur ini secara umum diciptakan untuk membuat proses pengembangan aplikasi secara keseluruhan lebih mudah bahkan untuk para pemula. Dengan memanfaatkan fitur ini, Anda dapat meminimalkan pekerjaan berulang serta merampingkan alur kerja pengembangan. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak Tutorial Visual Studio.

Selanjutnya, ada New Navigation Editor. Tidak berlebihan jika fitur ini menjadi salah satu fitur terpenting dalam Android Studio. Ya, editor yang satu ini membantu pengembang untuk mengupgrade tampilan, desain, serta tata letak aplikasi mereka. Hal ini tentunya akan mempermudah perencanaan pola navigasi dari bagian-bagian aplikasi.

Anda dapat pula memanfaatkan fitur Layout Feature disamping mempelajari tutorial menggunakan laravel. Selama proses pengembangan aplikasi, keterbatasan waktu dapat menghambat pengerjaan visualisasi aplikasi. Dengan fitur ini, Anda dapat mereview desain Anda menggunakan data sampel di bagian editor layout. Kemudian, data dapat sesuai kebutuhan, yang memungkinkan Anda melihat preview lengkap desain aplikasi Anda.

Dalam tutorial Android Studio, terdapat pula fitur Slice Function.  Masih berkaitan dengan preview dari aplikasi, Anda dapat melihatnya di hasil Google Penelusuran. Tentunya, hal ini akan sangat berguna bagi pengembang seluler dalam memasarkan aplikasinya.

BACA JUGA:  4 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Belajar Cara Membuat Aplikasi Android

Manfaat Menggunakan Android Studio

Memang, tidak ada salahnya untuk mempelajari berbagai sistem pemrograman rumit untuk pembuatan aplikasi seperti cara menggunakan codeigniter dan sebagainya. Namun, jika ada sebuah software yang diciptakan untuk mempermudah pengerjaan aplikasi Anda, tentunya hal ini akan lebih menguntungkan. Terdapat beberapa manfaat dari Android Studio. Berikut diantaranya.

Manfaat pertama adalah penyebaran Build baru yang lebih cepat. Dengan software ini, Anda dapat membawa perubahan tambahan ke kode aplikasi atau sumber daya dengan lebih mudah dan lebih cepat.  Berkat fitur Instant Run, kode-kode yang dibuat bahkan dapat dilihat di emulator atau perangkat fisik secara real-time tanpa merestart aplikasi atau membuat APK baru.

Yang kedua, pemrograman yang dihasilkan juga cenderung lebih akurat. Software ini mampu menampilkan editor dari smart codes yang dilengkapi dengan interface dari IntelliJ IDEA. Android Studio juga memungkinkan Anda membuat penulisan dan analisis kode lebih cepat, lebih mudah, dan lebih akurat. Walaupun Anda tetap perlu untuk belajar cara menggunakan python juga.

Manfaat berikutnya adalah kegiatan pemrograma dan pengujian dapat berlangsung lebih cepat. Emulator terbaru dari Android Studio bekerja 3x lebih cepat dalam CPU, RAM, dan I/ O dibandingkan dengan pendahulunya. Terdapat kontrol sensor yang efektif untuk membaca setiap “gerakan” dari pengembang. Dengan demikian, pengembang dapat menggunaka metode pull and release untuk beberapa aktivitas seperti pemasangan cepat, mengubah ukuran, menerapkan multi-touch (pinch and zoom, geser, putar, miringkan), dan masih banyak lagi.

Yang terakhir tutorial Android Studio adalah memberikan pengindeksan aplikasi yang lebih baik seperti halnya jika Anda mempelajari cara cara menggunakan firebase. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, promosi merupakan komponen penting dari pemasaran aplikasi. Fitur Pengindeksan Aplikasi yang tersedia di IDE sangat membantu dalam membuat dan menambahkan tautan URL yang dapat diindeks ke aplikasi yang Anda kembangkan.

BACA JUGA:  Pengertian, 4 Fungsi, dan Cara Menggunakan GitHub Bagi Pemula

Cara Install Android Studio

Seperti yang telah disebutkan pada alinea pembukaan di atas, Anda dapat menginstal Android Studio pada hampir semua sistem operasi termasuk Windows, Mac, dan Linux. Hal yang sama juga disebutkan dalam Android studion kotlin tutorial. Namun, untuk menginstal dengan mudah dan cepat tanpa hambatan dalam prosesnya, komputer atau laptop yang dipakai harus memiliki beberapa spesifikasi.

Yang pertama, PC tersebut memiliki RAM minimal 3GB, bahkan direkomendasikan menggunakan 8GB RAM. Hal ini dikarenakan dalam prosesnya, Android Studio membutuhkan banyak ruang dalam RAM. Kedua, harus terdapat minimal 2 GB penyimpanan atau memori yang tersedia. Serta, direkomendasikan 4 GB memori, yaitu 500 MB untuk IDE dan 1,5 GB untuk Android SDK serta sistem emulatornya. Terakhir, Pastikan PC Anda memiliki resolusi layar minimum 1280 x 800

Sementara itu, langkah-langkahnya sebagai berikut. Pertama-tama, unduh Android Studio dengan format file .exe, klik dua kali untuk meluncurkannya. Cara ini mirip seperti cara instalasi dalam Tutorial Unreal Engine 4. Jika Anda mendownload file dengan format .zip, buka paket ZIP terlebih dahulu dan salin folder android studio ke folder Program Files Anda.

Berikutnya, buka folder android-studio> bin dan jalankan studio64.exe untuk mesin kapasitas 64-bit atau studio.exe untuk mesin kapasitas 32-bit. Terakhir Ikuti wizard penyiapan di Android Studio dan instal paket SDK apa pun yang direkomendasikan. Demikianlah yang perlu diketahui dari tutorial Android Studio.

Kesimpulan

Bagaimana sudah paham tentang Tutorial Android Studio? jika sudah paham berarti Anda sudah siap membuat aplikasi Android menggunakan Android Studio. Oh iya bukan hanya Android Studio saja loh software untuk build aplikasi Android, ada juga software Visual Studio buatan Microsoft.

Tinggalkan komentar