Cara Membuat GeneratePress dan Plugin AMP 100% Kompatible

GeneratePress adalah tema yang sangat ringan dan mudah sekali digunakan, bahkan dengan optimasi yang maksimal Anda bisa mendapatkan skor pagespeed yang luar biasa hingga 100%.

Tapi kali ini saya tidak akan mengajarkan cara meningkatkan pagespeed dengan menggunakan GeneratePress tapi kali ini saya akan memberikan tutorial agar WordPress yang menggunakan tema GeneratePress dan plugin AMP kompatible sepenuhnya.

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah proyek open source yang dibuat dan dikembagkan oleh Google bersama Automattic. Tujuannya adalah membuat situs web lebih cepat diakses pada perangkat ponsel.

Jika sebagian besar pengunjung Anda berasal dari perangkat selulat maka saya sarankan untuk menggunakan plugin AMP, karena dengan menggunakan AMP website Anda berpotensi mendapatkan traffik yang lebih tinggi.

Menerapkan AMP disitus web/blog WordPress Anda.

Cara terbaik untuk mengimplementasikan AMP adalah menggunakan plugin AMP Resmi yang dibuat dan dikelola oleh Google sendiri.

Untuk menginstall plugin AMP silahkan kunjungi direktori plugin WordPress. Klik bagian search dan ketikan keyword “AMP” setelah itu tekan enter maka akan muncul beberapa plugin AMP, silahkan pilih yang dibuat oleh AMP Project Contributor, lalu install dan aktifkan.

GeneratePress dan Plugin AMP

Setelah terinstall dan telah aktif. Kemudian klik pada pengaturan. Anda akan melihat tiga opsi mode. Mode Standar, Mode Transisi dan Mode Pembaca.

Dalam Mode Standar situs Anda menggunakan satu tema dan ada satu versi konten Anda. Anda dapat memilih keluar dari AMP secara selektif untuk bagian-bagian situs Anda. Setiap URL kanonis akan menjadi AMP atau non-AMP.

BACA JUGA:  Cara Menggunakan Plugin Yoast di WordPress

Dalam mode Transisi, template tema aktif digunakan untuk menghasilkan versi AMP dan non-AMP dari konten Anda, memungkinkan setiap URL kanonis memiliki URL AMP yang sesuai (berpasangan). Mode ini berguna untuk bertransisi secara progresif menuju situs yang sepenuhnya kompatibel dengan AMP. Bergantung pada tema / plugin Anda, tingkat pekerjaan pengembangan yang bervariasi mungkin diperlukan.

Dalam mode Pembaca, ada dua versi situs Anda, dan dua tema berbeda digunakan untuk versi AMP dan non-AMP. Anda memiliki opsi untuk menggunakan tema yang kompatibel dengan AMP, atau Anda dapat menggunakan tema AMP Legacy (sebelumnya dikenal sebagai tema Klasik).

Jika Anda masih megalami masalah saat mengunakan tema GeneratePress dan plugin AMP Official, maka Anda bisa menggunakan plugin AMP yang dibuat khusus oleh team GeneratePress.

Silahkan ikuti tutorial dibawah ini untuk mendownload dan menggunakan plugin yang dibuat oleh team GeneratePress.

Cara Membuat GeneratePress dan Plugin AMP Kompatibel Sepenuhnya.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat Tema GeneratePress dan Plugin AMP kompatibel sepenuhnya:

Unduh dan instal Plugin AMP untuk GeneratePress via Github.

Ada Plugin resmi oleh Tom Usborne, pengembang dan pendiri GeneratePress. Tujuan dari plugin ini adalah untuk memperbaiki masalah kompatibilitas tema GeneratePress dan plugin AMP.

Plugin ini belum resmi tersedia di direktori WordPress tapi Anda bisa langsung mendowloadnya via Github di link ini Plugin GeneratePress Github

Klik link diatas lalu Anda akan diarahkan ke github setelah itu klik clone atau unduh kemudih pilih unduh ZIP.

Setelah unduhan selesai Anda bisa langsung menguploadnya ke WordPress Anda dengan cara. Masuk ke dasboard WordPress, klik plugin lalu klik tambah baru. Dihalaman tambah baru plugin, klik unggah plugin yang telah Anda download dari github tersebut, setelah unggah selesai lalu klik aktifkan plugin.

BACA JUGA:  Cara Menggunakan Python di Windows

Alihkan AMP ke mode transisi atau standar.

Sekarang masuk ke pengaturan plugin AMP lagi dan beralih ke mode transisi atau standar. Mode transisi berarti framework tema Anda digunakan untuk menyajikan AMP dan Non-AMP, sedangkan standar berarti situs Anda mengutamakan AMP.

Jika situs Anda berfungsi pada mode transisi AMP, itu akan berfungsi pada mode standar. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah URL kanonis.

Saat dalam mode transisi, Anda perlu menambahkan ?amp di akhir link termasuk halaman beranda untuk mengakses AMP.

Namun saat dalam mode standar, tidak diperlukan penambahan. URL kanonis Anda adalah amp.

Untuk pengujian ini, saya menggunakan mode transisi untuk menunjukkannya website berjalan dengan baik atau tidak di ponsel.

Lakukan Tes AMP.

Setelah berganti ke mode transisi atau standar. Anda akan melihat banyak kesalahan! Ingat Jangan panik!

Anda dapat melihat kesalahan yang saya dapatkan di bawah ini setelah mengubah Etigos ke mode transisi.

Setelah saya terapkan mode transisi saya mendapatkan 10 issue, tapi jangan khawatir ini kita bisa atasi dengan mudah, terkadang hanya butuh penyesuaian dan biasanya juga issue ini akan hilang dengan sendirinya.

Silahkan Anda kunjungi Google official AMP testing tool untuk melakukan tes apakah website Anda sudah sepenuhnya support AMP jika sudah maka Anda akan mendapatkan pesan seperti gambar dibawah ini.

Setelah mendapatkan hasil seperti gambar diatas maka Anda sudah berhasil menerapkan tema GeneratePress dan plugin AMP dengan sempurna.

Kesimpulan

Jika Anda tema GeneratePress dan plugin AMP masi mengalami masalah dalam mode transisi atau standar, masalahnya kemungkinan besar adalah salah satu plugin Anda belum kompatibel dengan plugin AMP.

Penyebab utamanya mungkin adalah plugin caching atau plugin pengoptimalan yang tidak kompatibel dengan AMP.

BACA JUGA:  Tutorial Android Studio: 4 Fitur-Fitur Utama, Manfaat, dan Cara Install

Tinggalkan komentar